BANNER IDUL FITRI

Pekanbaru

Besar Minat Kuliah, Junaidi Janjikan Beasiswa untuk Penyandang Disabiltas  

Daerah Selasa, 12 November 2024 - 12:45 WIB
Besar Minat Kuliah, Junaidi Janjikan Beasiswa untuk Penyandang Disabiltas  

(RIAUEDUKASI.COM) PEKANBARU – Komitmen untuk memperhatikan penyandang disabilitas di Riau, Universitas Lancang Kuning (Unilak) melalui Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas (PLPD) terus memberikan peluang bagi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Bahkan, calon mahasiswa ini diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa Pemprov Riau.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS Mhum PhD dihadapan puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) SLB se-Riau saat pertemuan di Pustaka kampus Unilak, Senin (11/11/2024). ‘’Kami terus berupaya untuk peningkatan kualitas pendidikan panyandang disabilitas. Mereka bisa kuliah di Unilak. Bahkan mereka akan kita prioritaskan untuk mendapatkan beasiswa. Komitmen ini sudah kami mulai sejak 2022 lalu,’’ katanya.

Lebih jauh, dia juga menyebutkan Pemprov Riau terus memberikan perhatian untuk hal itu. ‘’Dulu banyak beasiswa untuk penyandang disabilitas, cuma belum banyak anak-anak Riau memanfaatkanya sebab belum banyak kampus yang menerima. Kini kami bertekad untuk jadi kampus ramah disabililitas dan beasiswa akan kembali diajukan ke pemerintah,’’ lanjut Junaidi yang juga Ketua Forum Dewan Pendidikan se-Indonesia ini.   

Tidak sampai di situ, ternyata kampus ini juga terbuka untuk para guru dan satuan pendidikan lainnya yang ingin melanjutkan perkuliahan di Unilak. Baik yang ingin fokus untuk jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) maupun program studi lainnya. 

BANNER DUKA ZUM

Ketua PLDP Unilak Heleni Fitri MPd menyebut hingga kini minat lulusan SLB atau setingkat SMA dan SMK untuk kuliah di Unilak sangat tinggi. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan asesmen khusus untuk mereka. ‘’Kuliah ini kan tidak sama dengan sekolah, jadi ada syarat dan ketentuan yang kami lakukan. Ini bukan hanya melihat aspek akademis semata, tapi juga aspek psikologi. Kebanyakan mendapatkan pendampingan dan diterima secara baik di dua jurisan yaitu Bisnis Digital dan Pendidikan Khusus,’’ katanya.

Dalam pada itu, Kepsek SLBN Pembina Pekanbaru Moelyo Eko Suseso Skom MTI MPd, berharap Unilak terus mensosialisasikan hal itu di seluruh sekolah yang memiliki penyandang disabilitas. ‘’Banyak orangtua siswa yang berharap untuk anaknya bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Tapi tolong kami dibantu soal standar yang digunakan oleh kampus untuk seleksi mereka. Kami sangat senang jika banyak penyandang disabilitas bisa sampai jenjang perkuliahan. Kami berterimakasih ke Unilak,’’ sebutnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepsek SLBN Kabupaten Pelalawan, Mimi Fitri Wati SPd. Dia menyebut banyak anak-anak di daerahnya yang berminat untuk melanjutkan pendidikan. ‘’Kami berharap diberikan informasi soal syarat dan ketentuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sehingga kami bisa menyampaikan pula. Ada orangtua yang minta penjelasan soal itu, tapi kami sulit untuk menjelaskannya,’’ sebutnya sambil mempertanyakan seputar materi uji siswa dimaksud.

Anggota Dewandik Riau Fithriady Syam yang hadir dalam sosialisasi itu mengatakan beberapa SLB yang menjadi tempat kunjungan monitoring dan evaluasi (monev), memang banyak yang ingin melanjutkan pendidikan tingi. ‘’Lebih dari 50 SLB yang tersebar di Riau. Ada juga beberapa SMA dan SMK yang memiliki siswa penyandang disabilitas. Jadi kuliah di Unilak ini menjadi pilihan yang ideal. Sebab kampus sejenis hanya ada di luar Provinsi Riau. Tidak semua kampus siap menerima. Ini sebuah terobosan yang luar biasa,’’ jelasnya. (HF)

Laporan : Fithriady Syam
Editor : Anisha R